Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu adalah
program intervensi gizi berupa kudapan bergizi, utamanya berbasis bahan pangan lokal, yang diberikan secara gratis kepada balita (terutama gizi kurang) dan ibu hamil. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi, mencegah stunting, dan mengedukasi orang tua.
Ringkasan AI
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu adalah
program intervensi gizi berupa kudapan bergizi, utamanya berbasis bahan pangan lokal, yang diberikan secara gratis kepada balita (terutama gizi kurang) dan ibu hamil. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi, mencegah stunting, dan mengedukasi orang tua.
Berikut adalah poin penting mengenai PMT Posyandu:
Jenis PMT: Terdapat dua jenis, yaitu PMT Penyuluhan (kudapan bergizi untuk edukasi) dan PMT Pemulihan (makanan lebih padat gizi untuk anak dengan berat badan kurang).
Berbasis Pangan Lokal: Fokus utama adalah penggunaan bahan pangan lokal yang diolah sendiri (bukan makanan kemasan/instan) agar kaya protein hewani, vitamin, dan mineral
.
Menu PMT yang Disarankan: Beragam dan bergizi, seperti siomay ayam/ikan, soto ayam, bubur kacang hijau, makaroni schotel, sosis solo, bola-bola kentang ikan, telur puyuh, dan puding.
Sasaran: Balita usia 6-59 bulan, balita dengan berat badan tidak naik, dan ibu hamil/menyusui.
Waktu Pelaksanaan: Diberikan saat kegiatan posyandu berlangsung (setelah penimbangan) atau program pemulihan yang diberikan selama 90 hari berturut-turut